Selamat Datang di Website Resmi Keurukon Katibul Wali (Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe)

Pelestarian Kebudayaan Termasuk Menjaga Perilaku Positif dan Karakter Islami

Kategori : Seni, Budaya dan Hiburan Senin, 29 Februari 2016 - Oleh keurukon

Banda Aceh -  Program peningkatan pelestarian kebudayaan tidak hanya bertumpu kepada seni dan tarian, tapi juga termasuk pemeliharaan perilaku positif dan karakter masyarakat Aceh yang sejalan dengan ajaran Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II, Bidang Keistimewaan, Pembangunan dan Perekonomian Setda Aceh, Azhari Hasan saat memberikan sambutan Gubernur Aceh pada Rapat Teknis Pelestarian Nilai Budaya Tahun 2016 di Banda Aceh, Kamis (25/2).

“Pelestarian kebudayaan Aceh yang didalamnya banyak terdapat nilai dan karakter yang islami harus kita tingkatkan dalam memperkuat identitas kita dan membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan moral dan budi pekerti,” ujar Azhari.

Menurutnya, program budaya yang selama ini dijalankan harus dapat memperkuat kebangsaan sehingga pengaruh globalisasi tidak sampai membuat identitas masyarakat itu menjadi kabur.

“Globalisasi membuat masyarakat kita hanyut pada budaya barat yang lebih banyak mengandalkan modernisasi dan kebebasan. Jika ini terus dibiarkan, maka budaya lokal akan tertinggal sehingga identitas kebangsaan kita perlahan menjadi hilang,” katanya.

Dalam menghadapai pengaruh budaya luar, Gubernur Aceh tutur Azhari mengajak semua pihak dan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait untuk memperkuat program pelestarian kebudayaan, sesuai dengan semangat Nawa Cita yang diusung Presiden Jokowi, yaitu penguatan di bidang pendidikan dan kebudayaan nasional.

“Saya harap melaui rapat teknis ini, kita bisa bisa saling mengisi, saling mempekuat dan saling mengkritisi sehingga program-program pelestarian kebudayaan di Aceh berjalan efektif,” jelas Azhari.

Program pelestarian kebudayaan menurutnta harus dapat mendorong kecintaan masyarakat pada nilai-nilai budaya lokal melalui penguatan pendidikan, agama, dan pendalaman di bidang bidang budaya.

“Khasanah budaya yang kita miliki tidak hanya bersifat benda, tapi juga yang bersifat non benda, seperti berbagai kearifan lokal yang pernah berkembang di masyarakat,” pungkasnya.

Rapat Teknis Pelestarian Nilai Budaya Tahun 2016 tersebut diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh pada 24 – 25 Februari 2016 dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari unsur pegiat kebudayaan dan kesenian Aceh, akademisi serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Sumber : humas.acehprov.go.id