Selamat Datang di Website Resmi Keurukon Katibul Wali (Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe)

Indeks Berita

Sambut Gamifest, Warga Lut Tawar Bersihkan Lingkungan

Senin, 24 September 2018 Takengon- Warga dari seluruh kampung di Kecamatan Lut Tawar antusias menyambut event Gayo Alas Mountain International Festival (Gamifest) 2018. Hal itu terlihat dari kesadaran warga untuk gotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing. Camat Lut Tawar, Agus Kasim membenarkan tindakan spontan yang dilakukan warga tersebut. "Kami sadar, bahwa kecamatan Lut Tawar itu mencerminkan kota Takengon, sehingga warga merasa bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungannya," ungkap Agus, Selasa (11/09). Ditambahkan Agus, wilayah Lut Tawar yang mencakup sebagian besar sisi danau juga menjadi target pengunjung, sehingga suasana yang bersih harus tetap terjaga. "Kita ingin yang terbaik, kesadaran masyarakat tetap terjaga dan pengunjung juga merasa nyaman selama berada di kota Takengon," imbuhnya. Gamifest akan dimulai 14 September - 24 Nopember 2018 yang diisi dengan aneka kegiatan melingkupi empat kabupaten di dataran tinggi Gayo dan Alas, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.(MK)

Plt Gubernur Minta Unsyiah Berbenah dan Tingkatkan Prestasi

Senin, 24 September 2018 Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta Universitas Syiah Kuala untuk terus berbenah sehingga mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional. Permintaan itu disampaikan Dewan Penyantun Unsyiah tersebut, pada acara Sidang Terbuka dalam Rangka Ulang Tahun ke 57 Universitas Syiah Kuala, di Auditorium Akademik Center Dayan Dawood, Senin (10/9/2018) pagi. Sidang terbuka tersebut juga diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Rektor Universitas Pertamina Prof. Akhmaloka, Ph.D, yang akan menyampaikan orasi ilmiah dengan tema 'Disrupsi Pendidikan Tinggi di era Revolusi Industri 4.0.' "Sebagai jantong hatee rakyat Aceh, saya berharap momentum ulang tahun ke-57 ini, semakin mendorong Unsyiah untuk terus berbenah, sehingga dapat meningkatkan prestasinya di tingkat nasional," ujar Plt Gubernur Dalam beberapa tahun terakhir Unsyiah telah meraih beberapa prestasi membanggakan. Salah satunya adalah peningkatan akreditasi institusi yang melonjak begitu cepat, sehingga mayoritas program studi di Unsyiah telah memiliki akreditasi A. Selain itu, Unsyiah juga mendapat mandat dari Kemenristekdikti untuk menjalankan program perguruan tinggi Asuh di Aceh. Saat ini, setidaknya ada enam perguruan tinggi swasta di bawah asuhan Unsyiah. "Semua ini menunjukkan lompatan yang membanggakan. Dengan demikian Unsyiah telah masuk dalam jajaran elit universitas di Indonesia. Oleh karena itu, kampus ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdedikasi, bertaqwa, serta memiliki intelektualitas berkelas dunia. Momentum milad ini harus memperkuat semangat Unsyiah untuk mengukir prestasi yang lebih baik," imbuh Nova. Keistimewaan Pendidikan di Aceh Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, Serambi Mekah memiliki keistimewaan dalam  bidang pendidikan. Bentuk keistimewaan ini diberikan pemerintah pusat sebagai dukungan agar lembaga pendidikan di Aceh mampu melahirkan generasi muda yang cakap, cerdas, kreatif, dan pekerja keras. Dukungan tersebut terlihat dari banyaknya  perguruan tinggi negeri di Aceh, yaitu, 6 universitas negeri, 1 politeknik negeri, 3 institut dan 2 sekolah tinggi. Selain itu, ada 109 perguruan tinggi swasta yang bernaung di bawah Kopertis Wilayah 13 Aceh, serta 34 perguruan tinggi swasta di bawah naungan Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Wilayah 5 Aceh. "Jika dilihat dari segi jumlah dan fasilitas, keberadaan pendidikan tinggi di Aceh sudah cukup memadai. Tidak heran jika angka partisipasi kuliah bagi pemuda Aceh cukup tinggi. Bahkan, tahun ini Aceh berada pada peringkat kelima sebagai provinsi yang paling banyak meloloskan siswa-siswinya masuk perguruan tinggi negeri," ungkap Plt Gubernur. Namun, sambung Nova, banyaknya jumlah perguruan tinggi tidaklah cukup untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang istimewa dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Nova berpesan agar perguruan tinggi dikelola dengah manajemen yang baik, menerapkan kualitas belajar yang bermutu, serta transparan dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran dan kegiatan. Oleh karena itu Plt Gubernur berharap kehadiran Prof. Akhmaloka, Ph.D, tidak semata sebagai Dies Reader pada Milad Unsyiah ke-57, namun kehadiran Rektor Universitas Pertamina ini dapat pula memberi dukungan bagi pengembangan Unsyiah, khususnya dalam bidang manajemen kependidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. "Sebagai seorang tokoh yang lama bergelut dalam bidang pendidikan dan teknologi, Dies Reader kita Bapak Prof. Akhmaloka tentu sangat memahami masalah ini. Kami percaya, tentu banyak poin yang dapat dipetik dari orasi yang akan Beliau sampaikan. Mudah-mudahan menjadi bekal bagi Unsyiah dan perguruan tinggi di Aceh untuk berbenah diri, sehingga perguruan tinggi di Aceh mampu tampil sebagai lembaga pendidikan berkelas dunia," pungkas Pl Gubernur Aceh. (Ngah)

Festival Budaya Saman Siap Meriahkan GAMI Festival di Gayo Lues

Minggu, 23 September 2018 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan ikut ambil bagian dalam gelaran Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018 yang akan menggelar Festival Budaya Saman sebagain salah satu program Indonesiana Kemendikbud yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Festival Budaya Saman sendiri merupakan salah satu dari 9 kegiatan budaya tahun 2018 yang didukung melalui platform Indonesiana Kemendikbud. Festival yang digelar di Blangkejeren, Gayo Lues akan berlangsung mulai 2 Oktober hingga 24 November 2018. Kegiatan yang mengangkat budaya Bejamu Saman Roa Lo Roa Ingi (dua hari dua malam) yang memiliki konsep maraton di 11 kampung tersebut akan melibatkan ratusan pesaman yang ada di 11 kecamatan di Gayo Lues. Bejamu Saman sendiri dimaksudkan sebagai perayaan atas kelestarian ekosistem pertunjukan Saman di Kabupaten Gayo Lues. Sebuah ekosistem, yang menjadi rahim dari tradisi berlatih dan mempertunjukan Saman di setiap kampung hingga hari ini, pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi. Selain bejamu saman, dalam festival nantinya juga akan turut digelar sejumlah kompetisi dan seminar, diantaranya seminar syair dan gerak saman, kompetisi kopi, kerawang, tari bines dan musik etnik. http://disbudpar.acehprov.go.id/wp-content/uploads/2018/09/Festival-Budaya-Saman-GAMI-Festival-2018.mp4

Aminullah Siap Dukung Pekan Ilmiah Akuntansi Unsyiah

Selasa, 18 September 2018 Pendidikan & Pelatihan Selasa, 18 September 2018 - Oleh opt4 Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyatakan siap mendukung pelaksanaan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XXI. Agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaka) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini akan berlangsung pada 15 Oktober 2018 mendatang. Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Aminullah saat menerima audiensi Ketua Panitia PIA XXI Alfi Syahrin dan jajaran pengurus Himaka di ruang kerjanya di balai kota, Senin (17/9/2018). Pada kesempatan itu, Aminullah turut didampingi oleh Kabag Keistimewaan dan Kesra Setdako Banda Aceh Arie Maula Kafka. “Saya kira kegiatan ini penting untuk menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa ekonomi khususnya jurusan akuntansi, sehingga mampu bersaing di tingkat global. Selain itu, ajang ini juga sejalan dengan visi misi Pemko Banda Aceh yang bertumpu pada sektor ekonomi dan pendidikan sebagai dua pilar pembangunan kota di samping agama.” Oleh karenanya, wali kota menyatakan siap mendukung penyelenggaraan acara dimaksud. “Disiapkan saja dulu surat permohonan terkait hal-hal apa yang diperlukan. Insyaallah saya akan hadir pada acara pembukaan nanti,” kata Aminullah yang juga alumni Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi Unsyiah angkatan 1986. Kepada wali kota, Ketua Panitia PIA XXI Arfi Syahrin menjelaskan acara yang dipusatkan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini akan digelar selama seminggu. “Rangkaian acaranya antara lain seminar internasional, pendidikan profesi berkelanjutan, accounting cycle, pelatihan software, cerdas cermat dan juga expo.” Secara umum, jelasnya lagi, kegiatan ini bertujuan untuk memberi gambaran peluang dan tantangan yang dihadapi akuntan di era revolusi industri 4.0. “Harapan kami melalui PIA dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas praktisi akuntan agar siap bersaing di era revolusi 4.0.” “Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan Pemko Banda Aceh demi kesuksesan acara ini. Kehadiran Pak Wali pada hari H nanti juga menjadi kebanggaan bagi kami, dan sangat kami nantikan agar bisa memberikan kata sambutan di acara pembukaan sekaligus berbagi pengalaman langsung kepada kami selaku junior,” ujarnya. (Jun) Sumber : bandaacehkota.go.id

Qatar dan Banda Aceh Perluas Kerjasama

Selasa, 18 September 2018 Pemerintahan Selasa, 18 September 2018 - Oleh opt4 Banda Aceh – Pemerintah Qatar dan Pemko Banda Aceh membahas kemungkinan memperluas kerjasama. Selama ini kerjasama telah terjalin pada program program kemanusian, terutama pasca musibah gempa dan tsunami melanda Aceh. Hal ini dibahas oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM dengan Dubes Qatar untuk Indonesia, Ahmed Bin Yassin Al-Hamar, Selasa (18/9/2018) di pendopo Wali Kota. Ahmed Bin Yassin Al-Hamar mendatangi pendopo Wali Kota usai melakukan peletakan batu pertama 15 unit rumah dhuafa di Deah Raya dan Alue Naga. Ikut bersama Dubes, Direktur Qatar Charity Indonesia, Karam Zeinhom, Direktur Qatar Charity Indonesia Cabang Aceh, Muhammad Idhar Syah. Sementara, Wali Kota ikut didampingi Wakil Wali Kota, Drs H Zainal Arifin, Ketua DPRK, Arif Fadillah, Kepala Dinas Perkim, Ir Jalaluddin MT, Kabang Hukum Setdakota, Azmi SH, Kabag Adm Ekonomi, M Ridha S STP dan Kabag Umum, Wahyudi S STP. Dalam pertemuan ini, Wali Kota menyampaikan cita cita besarnya untuk mensejahterakan warga kota dengan program wisata Islami. “Saat ini kita masih menghadapi persoalan pengangguran dan kemiskinan. Kami ingin Qatar dan Banda Aceh memperluas kerjasama untuk mendukung program ini,” kata Wali Kota. Kata Aminullah, kota yang dipimpinnya memiliki potensi di sektor wisata karena memiliki sejumlah destinasi wisata yang kental dengan sejarah Islam. “Semua potensi ini akan kita kemas sebaik mungkin untuk menarik wisatawan. Sektor wisata dan ekonomi kreatif ini kita targetkan mampu menampung jumlah tenaga kerja. Harapannya angka pengangguran dan kemiskinan akan turun,” ungkap Aminullah. Dalam kesempatan ini, Aminullah meminta Pemerintah Qatar ikut membantu program tersebut. “Kami sangat senang karena Qatar masih sangat peduli. Banyak program yang bisa diperluas dan kami masih membutuhkan bantuan Qatar,” lanjut Aminullah. Dalam kesempatan ini, Aminullah juga menyampaikan, Pemko memiliki program memberdayakan masyarakat kecil, seperti pedagang kecil dengan mendirikan sebuah lembaga keuangan mikro syariah. “Lembaga ini untuk memberi pembiayaan kepada pedagang kecil yang kesulitan mendapatkan modal usaha. Mereka hanya butuh modal kecil tapi susah mendapatkan di Bank. Karenanya kita bangun sekaligus memutuskan hubungan mereka dengan rentenir,” kata Wali Kota. Dubes sangat mengapresiasi cita cita Wali kota Banda Aceh. Katanya, hubungan Aceh dan Qatar selama ini terjalin sangat baik. “Saya baru tahu saat tiba disini, hanya Qatar yang masih bertahan setelah 14 tahun bencana tsunami. Saya sangat bangga,” kata Ahmed Bin Yassin Al-Hamar. Katanya, program program yang telah ada dipastikan akan dilanjutkan dan tidak tertutup kemungkinan memperluas kerjasama untuk bidang bidang yang lain seperti yang disampaikan Wali Kota. “Sebelumnya Saya pernah membahas kerjasama transportasi dengan Gubernur Aceh. Kita ingin buka jalur penerbangan Banda Aceh Qatar. Kita juga bahas soal pelabuhan,” ungkap Dubes. Di akhir pertemuan, Ahmed Bin Yassin Al-Hamar memastikan hubungan Qatar dan Banda Aceh akan diperkuat. Untuk membahas lebih lanjut dan detail soal kerjasama ini, Ahmed Bin Yassin Al-Hamar mengundang Wali Kota ke kantor Kedubes Qatar di Jakarta. (mkk)  Sumber : bandaacehkota.go.id

DPRA Gelar Rapat Paripurna Rancangan Qanun Usul Inisiatif Anggota

Senin, 17 September 2018 Pemerintahan Senin, 17 September 2018 - Oleh opt4 Banda Aceh - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat paripurna khusus tahun 2018 dengan agenda penetapan dua Rancangan Qanun Usul Inisiatif Anggota DPRA tentang Perubahan Ketiga atas Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Migas dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus oleh pansus DPRA dan tentang Pertanahan oleh Komisi I DPRA. Rapat yang berlangsung Gedung Utama DPRA, Senin (17/09/2018) itu dipimpin oleh Ketua DPRA Muharuddin bersama Wakil Ketua DPRA T. Irwan Djohan. Hadir dalam rapat itu para anggota DPRA, Asisten III Setda Aceh Kamaruddin Andalah dan para unsur Forkopimda lainnya. Muharuddin mengatakan, terkait penetapan Rancangan Qanun Aceh Usul Inisiatif Anggota DPRA telah disampaikan kepada Pimpinan DPRA dalam bentuk Rancangan Qanun berserta dengan Naskah Akademik. Selanjutnya Pimpinan DPRA juga telah menyampaikan usul inisiatif tersebut kepada Badan Legislasi DPRA untuk dikaji dan dipertimbangkan. Selanjutnya disampaikan kepada Badan Musyawarah DPRA untuk mendapat pertimbangan lebih lanjut sebagaimana disampaikan dalam Rapat Paripurna Khusus ini. Ia mengungkap, Rancangan Qanun Aceh Usul Inisiatif Panitia Khusus DPRA dan Komisi I DPRA tersebut terdiri dari Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Ketiga atas Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Tatacara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak Dan Gas Bumi Dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus sudah ada Draft perubahan serta Pokok Pikiran dan Materi yang akan diatur. "Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanahan sudah ada Draft beserta Naskah Akademik sebagai syarat untuk dijadikan sebuah rancangan qanun sesuai dengan peraturan perundang-undangan," sebutnya. Dengan telah selesainya Pembacaan Rancangan Keputusan DPRA, lanjut Muharuddin, maka Rapat Paripurna Khusus Tentang Penetapan Rancangan Qanun Aceh Usul Inisiatif Anggota DPRA menjadi Rancangan Qanun Aceh Inisiatif DPRA, maka usai pula rangkaian kegiatan Rapat Paripurna Khusus pada hari ini. Pimpinan DPRA menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada plt. Gubernur Aceh, Tim TAPA dan Para Kepala SKPA, yang serius membahas berbagai program dan kegiatan pembangunan Tahun 2019 akan segera dituangkan dalam KUA-PPAS,(jl/gl) Sumber : diskominfo.acehprov.go.id

Mahasiswa Serambi Mekkah Dukung Program Pemkab Aceh Besar

Senin, 17 September 2018 Kota Jantho, Media Center – Belasan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Serambi Mekkah melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Kunjungan tersebut diterima Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesatuan Bangsa Drs Razali dan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Jakfar SP. Pendamping mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Serambi Mekkah, Samsul Ikhbar SE MM didampingi para mahasiswa menjelaskan, kunjungan silaturahmi tersebut dimaksudkan untuk menyatakan dukungan mereka kepada Pemkab Aceh Besar, terutama dalam kaitan dengan program-program peningkatan syariat Islam, seperti instruksi shalat berjamaah dan kumandang azan di tengah-tengah masyarakat Aceh Besar. Dalam pertemuan selama 60 menit tersebut, para mahasiswa secara bergantian menyatakan dukungan dan apresiasi mereka atas program keagamaan yang dijalankan Pemkab Aceh Besar. Pihak mahasiswa, menurut mereka, mendukung penuh, bahkan siap membantu mensosialisasikan kegiatan keagamaan sebagai syiar di tengah-tengah masyarakat.“Mudah-mudahan program islami yang dijalankan Pemkab Aceh Besar akan selalu diridhai Allah SWT dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat,” harapnya. Sementara itu, Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab sangat berterima kasih atas dukungan yang sangat tulus dan ikhlas dari mahasiswa tersebut. Ia bahkan mengajak semua pihak untuk sama-sama menjalankan syariat Islam secara kaffah di Bumi Serambi Mekkahini. “Dukungan dan doa dari semua pihak, termasuk mahasiswa Fakultas Ekonomi Serambi Mekkah ini sangat berguna, sehingga diharapkan umat Islam akan terus mendapat keridhaan dan kemuliaan dari Allah SWT,” ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya,Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab mengimbau warganya untuk mengabaikan soal edaran Kementerian Agama RI tentang aturan mengatur volume dan pengeras suara di masjid. Namun, Tgk Husaini A Wahab meminta masyarakatnya agar tetap melaksanakan aktivitas ibadah di masjid seperti biasa.Wakil Bupati Aceh Besar yang akrab disapa Waled itu mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Menag tidak berlaku di daerah yang melaksanakan ajaran syariat Islam. Bahkan ia meminta warganya untuk mengeraskan kembali volume suara di setiap masjid. “Di Aceh Besar tak berlaku itu. Kita minta kepada seluruh desa untuk mengabaikan hal tersebut,” kata Waled di Aceh Besar, Kamis (13/9/2018). Menurut Waled, Kemenag RI tidak ada hak mengeluarkan edaran tersebut. Apalagi menyangkut ajaran agama. Sebab, katanya, yang dibaca di masjid itu adalah kalimat tauhid yang harus didengar oleh masyarakat. Jika ada yang terganggu, berarti orang tersebut harus keluar dari Aceh Besar. “Kalau ada yang terganggu jangan tinggal di sini. Jadi, bukan kita yang harus tunduk pada mereka,” tegas Waled Husaini. Wabup Aceh Besar juga mengajak warganya untuk menghentikan semua kegiatan saat azan berkumandang. “Saya mengajak warga untuk menghentikan semua kegiatan saat azan berkumandang, karena dengan memuliakan kalimat tauhid maka akan dimuliakan oleh Allah SWT orang tersebut. Kita tinggal di Aceh yang melaksanakan syariat Islam. Jika ada larangan seperti itu, jangan diikuti,” tegasnya. (Humas Aceh Besar)

240 Formasi CPNS Aceh Selatan Tahun 2018

Senin, 17 September 2018 Aceh Selatan Kab - Pemkab Aceh Selatan memperoleh formasi perekrutan CPNS tahun 2018 sebanyak 240 orang dengan komposisi 96 tenaga guru, 114 tenaga kesehatan dan 30 untuk tenaga tehnis. Sesuai keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), perekrutan dilkasanakan melalui jalur umum dan jalur khusus (honorer K2). “Jalur khusus sebanyak 5 persen dari 240 alokasi atau 12 orang mengisis posisi tenaga guru dan Kesehatan,” kata Sekdakab Aceh Selatan H. Nasjuddin, SH, MM di Tapaktuan, Senin (17/9/2018). Menurutnya pendaftaran dilaksanakan nasional secara online pada tanggal 19 September 2018. Berikut Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Aceh Selatan Tahun 2018‎A.Formasi Khusus (honorer K2) -Tenaga Guru (Kualifikasi Pendidikan Paling Rendah S1 Sebelum Bulan November 2013),-Tenaga Kesehatan (Kualifikasi Pendidikan Paling Rendah D-III Bidang Kesehatan Sebelum Bulan November 2013, lokasi penempatan di Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan. B.Formasi UmumTenaga PendidikanS1- PGSD : 31 orang, S1- PAUD : 10 orang, S1- Pendidikan Agama Islam : 20 orang. S1- Pendidikan Bahasa Indonesia : 3 orang. S1- Pendidikan Bahasa Inggris : 4 orang. S1- Pendidikan Bimbingnan Konseling : 6 orang. S1- Pendidikan Fisika : 2 orang S1- Pendidikan Biologi : 1 orang.S1- Pendidikan Ekonomi : 1 orang.S1- Pendidikan Matematika : 4 orang. S1- Pendidikan Kewarganegaraan : 1 orang S1- Pendidikan Kesenian : 1 orang S1- Pendidikan Jasmani dan Kesehatan : 12 orang Tenaga KesehatanDokter Umum : 34 orang Dokter Gigi : 21 orangS1- Keperawatan Ners : 10 orang D III- Perawat Gigi : 26 orang S1- Apoteker : 5 orang S1/D IV -Kebidanan : 4 orang S1/D IV -Gizi : 4 orang S1 - Kesehatan Masyarakat : 2 orang S1 - Kesehatan Lingkungan : 2 orang S1 - Elektro Medis : 1 orang DIII- Elektro Medis : 1 orang D-IV Fisioterapis : 2 orang S1/D IV Radiologi : 1 orang S1/D IV Perekam Medis : 1 orang C.Tenaga TeknisS1- Tehnik Sipil : 9 orang S1- Teknik Arsitektur : 4 orang S1- Hukum : 6 orang S1- Ekonomi Akuntansi : 11 orang ‎Pendaftaran CPNS akan dilakukan secara online melalui website : sscn.bkn.go.id, peserta harus memiliki email aktif, sediakan scan pas foto berukuran 2×3, 4×6 berlatar belakang merah dengan format JPEG dan maksimal file ukuran 300KB, scan ijazah dalam format PDF dengan maksimal file sebesar 300KB, scan transkrip nilai dalam format PDF dengan maksimal file ukuran 300 KB, scan akte kelahiran (PDF) max 300KB, scan KTP (JPEG) max 300KB dan scan bukti akreditasi juruan (PDF) max 300KB.. (Qrt).

Gayo Alas Art Carnival: Kolaborasi Kopi, Alam, dan Budaya Tanah Gayo

Senin, 17 September 2018 Seni, Budaya & Hiburan Senin, 17 September 2018 - Oleh opt4 TAKENGON – Menjaga kelestarian budaya dan keasrian alam di dataran tinggi Gayo, merupakan tanggung jawab dari setiap komponen masyarakat dari empat kabupaten setempat: Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Ragam budaya dan hasil alam yang dimiliki keempat kabupaten di dataran tinggi Gayo masih terus dipertahankan baik dengan membuat aturan (regulasi), sosialisasi, hingga promosi agar terus terkenal ke seantero dunia untuk mengundang wisatawan. Even akbar Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018 yang kini berlangsung di Takengon sejak 14 September hingga 24 November 2018 pun tak disia –siakan. Keempat kabupaten itu turut menampilkan ragam seni budaya melalui pawai budaya dataran tinggi Gayo atau ‘Gayo Alas Art Carnival’ pada Minggu 16 September 2018. Lewat karnaval, para peserta yang melibatkan sejumlah siswa SD, SMP, SMA, dan SMK memakai baju adat, baju kreasi seperti kostum daur ulang, aktivitas sehari-hari, hingga bernuansa kopi. Karnaval digelar dengan berjalan mengelilingi Kota Takengon sembari menampilkan tari guel, seni didong, saman, bines, dan sejumlah kesenian khas Gayo. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadis Parpora) Aceh Tengah, Khairuddin Yoes mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan kepada wisatawan bahwa kondisi (keadaan) lingkungan dan masyarakat yang ada, menyatu dengan alam. “Itulah kondisi dan keadaan masyarakat kita, di dataran tinggi Gayo,” kata Khairuddin Yoes. Kombinasi antara alam, budaya, dan masyarakat yang ada saat ini dikatakannya harus tetap dipertahankan. Jika perlu, semua diperkenalkan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. “Ini yang kita coba angkat karena untuk memperkenalkan semua lini seperti lingkungan, wisata pesona alam, seni dan budaya, adat istiadat, dari dataran tinggi Gayo Alas,” ujarnya. Mengenai konsep kopi, bahan baku minuman yang mendunia ini sudah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Gayo. “Ini mungkin karena sebagian besar masyarakat kita hidupnya dari kopi. Membangun ekonomi masyarakat juga tidak terlepas dari kopi. Jadi sekarang Alhamdulillah kopi kita sudah dikenal secara lokal, nasional, maupun internasional,” jelasnya. Sementara bagi warga sekitar, karnaval ini menjadi sebuah hiburan. Selain itu, kegiatan bertema ‘Budaya, Kopi, dan Alam’, akan menambah daya tarik bagi pengunjung selama GAMIFest maupun sesudahnya nanti dan Gayo dapat dikenal oleh daerah lainnya. “Senang dan sengaja datang untuk bisa melihatnya, ada nampak (ditampilkan) pakaian adat,” kata warga bernama Ema. “Semoga budaya Gayo bisa dikenal ke luar,” harap Khairuddin. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin melalui Kepala Bidang Pemasaran Rahmadhani mengatakan, pawai budaya atau Gayo Alas Art Carnival merupakan salah satu dari sejumlah agenda GAMIFest 2018 di Takengon. Langkah ini diharapkan akan terus mendorong masyarakat dataran tinggi Gayo untuk mempertahankan adat, budaya serta hasil alam yang dimiliki. Sehingga akan terus menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke wilayah datarang tinggi Gayo. “Dataran tinggi Gayo yang kaya dengan seni, adat budaya dan hasil alam serta destinasi wisata perlu terus dipertahankan dan dipromosikan, termasuk mengembangkan pembangunan bidang sarana dan prasarana,” katanya. Lebih lanjut, kata Rahmadhani, ada tiga unsur yang harus dipersiapkan dalam pengembangan wisata sehingga dikunjungi wisatawan. Yaitu, aksesibilitas (akses lokasi mudah dijangkau), amenitas (pelayanan) dan atraksi (daya jual). Pun demikian, dukungan masyarakat dan media lokal untuk kesuksesan Gayo Alas Mountain International Festival 2018 dengan ragam kegiatan menarik dan unik sangat diharapkan. Sumber : humas.acehprov.go.id

Disdukcapil Buka Pelayanan Akta Kelahiran Langsung Jadi di Punge Jurong

Senin, 17 September 2018 Pemerintahan Senin, 17 September 2018 - Oleh opt4 Banda Aceh – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh difasilitasi oleh Bhayangkari Daerah Aceh membuka pelayanan akta kelahiran langsung jadi dan perekaman e-KTP di Kantor Keuchik Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Senin (17/9/2018). Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-66, tersebut  dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Banda Aceh Nurmiaty AR bersama Ketua Bhayangkari Aceh Veny Rio S Djambak. Ketua TP-PKK Banda Aceh Nurmiaty AR mengatakan, pelayanan yang dilaksanakan pihaknya tersebut bukan hanya pembuatan akta kelahiran dan perekaman e-KTP saja, tapi juga pembuatan akta kematian bagi warga yang membutuhkan. “Terima kasih kami ucapkan kepada Bhayangkari Aceh yang telah memfasilitasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini.” “Ini merupakan program ‘jemput bola’ yang kita lakukan guna mempermudah masyarakat Banda Aceh untuk memiliki dokumen kependudukan. Dan pengurusannya juga tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Jadi bapak-ibu sekalian jangan sungkan-sungkan ya jika ingin membuat e-KTP, akta kelahiran, maupun akta kematian.” “Sebenarnya selain di balai kota, petugas Disdukcapil kita juga rutin turun ke gampong-gampong dan juga sekolah untuk menggelar acara seperti ini. Hanya saja kali ini kita rangkai dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari,” katanya seraya meminta ibu-ibu PKK gampong untuk aktif mensosialisasikan kepada masyarakat perihal kemudahan mengurus administrasi kependudukan di Banda Aceh. Sementara itu dalam sambutannya, Veny Rio S Djambak menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata Bhayangkari Aceh dalam mendukung program pemerintah terkait pendataan kependudukan bagi masyarakat. Menurutnya, pencatatan kelahiran merupakan dasar bagi pengakuan legal oleh negara atas keberadaan seseorang. “Akta lahir memberikan bukti yang otentik serta memiliki kekuatan hukum yang sempurna atas jati diri seseorang,” katanya. “Melalui kegiatan ini kita semua berharap dengan memiliki akta kelahiran maka nantinya akan mempermudah si anak dalam menjalani kehidupannya dan memiliki akses ke segala bidang,” katanya lagi.(iin)   Sumber : bandaacehkota.go.id