Selamat Datang di Website Resmi Keurukon Katibul Wali (Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe)

Indeks Berita

Aminullah Minta Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin Kawal Syariat Islam

Sabtu, 17 November 2018 Banda Aceh – Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin diminta untuk ikut mengawal penegakan syariat Islam di Provinsi Aceh khususnya di Kota Banda Aceh. Permintaan itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman pada pengukuhan Majelis Taklim Sirul Mubtadin Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (16/11/2018) malam. Wali Kota Aminullah juga mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik atas kehadiran Majelis Taklim Sirul Mubtadin di Banda Aceh. “Ini sesuai dengan visi misi pemerintahan kami terutama dalam bidang penguatan agama.” “Untuk itu, saya berharap seluruh unsur pengurus dan anggotanya dapat bergerak sehingga forum ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Saya yakin Majelis Taklim Sirul Mubtadin akan memiliki peran strategis dalam penegakan syariat Islam di Banda Aceh,” katanya. Ia menambahkan, berbagai upaya pembangunan dalam bidang agama terus dilakukan oleh Pemko Banda Aceh. “Salah satunya untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zikir. Gerakan ini sudah kita mulai dari pendopo, masjid raya, hingga ke gampong-gampong.” “Mohon dukungan maksimal dari kita semua untuk mewujudkan cita-cita mulia ini yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” kata Aminullah yang juga dewan penasehat Majelis Taklim Sirul Mubtadin Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar. Ketua Pusat Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin Waled Razali mengatakan sejak terbentuk sembilan tahun lalu di Aceh Utara, forum yang dipimpinnya kini telah memiliki lebih dari 175 ribu jemaah yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Aceh. Bukan hanya di Aceh, kepengurusan Majelis Taklim Sirul Mubtadin juga telah ada di Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Riau, dan Jakarta. “Bahkan sudah ada di Malaysia dan Norwegia,” akunya. “Keberadaan majelis kami tidak terkait dengan Parpol apapun, namun terdaftar di pemerintah. Tujuan utama kami ingin menegakkan ahlussunnah wal jamaah dan membendung masyarakat agar tidak terpengaruh dengan aliran sesat,” katanya. Pengukuhan pengurus Majelis Taklim Sirul Mubtadin Banda Aceh-Aceh Besar periode 2018-2023 malam tadi juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H, zikir dan doa bersama. Ceramah maulid disampaikan oleh Waled Husaini A Wahab yang juga Wakil Bupati Aceh Besar. Sementara zikir dan doa bersama dipimpin oleh Tgk Asy’ari Ibrahim Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman Aceh. Di antara tamu undangan terlihat hadir Ketua Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk Ali Basyah Usman, anggota DPR Aceh Tgk Muharuddin, para ulama dan pimpinan dayah se-Aceh, serta pengurus cabang Majelis Taklim Sirul Mubtadin dari sejumlah daerah. (Jun)

Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Serahkan SK Personil Baru

Sabtu, 17 November 2018 Pemilu Legislatif Tahun 2019 merupakan ajang politik untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di parlemen. Dalam rangka ambil bagian pada ajang Pemilu 2019, ada beberapa personil Badan Reintegrasi Aceh yang mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif sehingga mereka mengundurkan diri dari jabatannya dalam Badan Reintegrasi Aceh. Menindaklanjuti pengunduran diri dimaksud dan dengan mempertimbangkan hasil penetapan Daftar Calon Tetap pada Pemilu 2019 oleh KPU, maka Badan Reintegrasi Aceh mengambil langkah guna mengisi kekosongan jabatan dalam Badan Reintegrasi Aceh dan mengusulkan nama-nama tersebut kepada Plt. Gubernur Aceh agar dapat ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Aceh. Pada acara silaturrahmi dan penyerahan Surat Keputusan Gubernur kepada Personil Baru Badan Reintegrasi Aceh, Rabu, 7 November 2018, Bapak M.Yunus selaku Ketua BRA Pusat mengatakan personil baru ini direkrut melalui proses yang sangat selektif. “Personil baru ini, kita rekrut melalui proses yang sangat selektif. Jadi, harapan kita agar personil baru ini mampu bekerja maksimal demi kemajuan BRA ke arah yang lebih baik” kata M.Yunus. Selanjutnya M.Yunus membaca sekaligus menyerahkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/1262/2018, Tanggal 1 November 2018 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/78/2018 tentang Pengangkatan Personalia Badan Reintegrasi Aceh. Pada kesempatan tersebut, Murni,SE,MM selaku Kepala Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh juga menyampaikan bahwa ada 4 (empat) unsur personalia dalam Badan Reintegrasi Aceh, yaitu BRA Pusat, Satpel Kabupaten/Kota, Unsur Penghubung, dan Sekretariat BRA. Keempat unsur ini harus sejalan guna tercapainya tujuan Badan Reintegrasi Aceh, pungkas Murni, SE,MM. Setelah penyerahan SK kepada Personil baru, Ketua BRA Pusat M.Yunus didampingi oleh Kepala Sekretariat BRA Murni, SE.MM mengajak personil dimaksud untuk melihat ruangan sebagai tempat mereka bekerja demi kemajuan lembaga Badan Reintegrasi Aceh.

Lepas Atlet PORA Kota Banda Aceh, Aminullah Siapkan Bonus 1,8 M

Sabtu, 17 November 2018 Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Sabtu (17/11/2018) melepas kontingen Pekan Olahraha Aceh (PORA) Kota Banda Aceh bertanding di Jantho, Aceh Besar. Pelepasan 478 atlet Kota Banda Aceh yang akan bertanding di 25 cabang olahraga ini ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Wali Kota kepada Ketua KONI Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni. Pelepasan kontingen Banda Aceh turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, H Zainal Arifin, Ketua DPRK, Arif Fadillah, Kapolresta, AKBP Trisno Riyanto SH, Dandim 0101/BS, Letkol Inf Hasandi Lubis SIP, para anggota DPRK dan sejumlah pejabat jajaran Pemko Banda Aceh. Dalam sambutannya, Aminullah meminta seluruh atlet bertanding dengan segenap kemampuan di PORA yang digelar Aceh Besar nanti sehingga mampu mempertahankan juara umum yang diraih pada PORA 2014 lalu. Kata Wali Kota, Pemerintah Kota telah menyiapkan bonus sebesar Rp.1,8 M untuk para atlet yang berhasil membawa pulang medali. “Pada PORA tahun 2014 lalu total bonus Rp.900 juta. Kali ini Saya sudah komunikasi dengan Ketua DPRK dan telah disetujui bonus sebesar Rp. 1,8 M. Jadi kali ini dua kali lipat dari tahun 2014,,” ungkap Aminullah disambut applaus seluruh atlet dan official di halaman Balai Kota. Lanjut Aminullah, PORA kali ini menjadi ajang menjaga marwah Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh. “Ini marwah Banda Aceh sebagai ibukota. Banda Aceh adalah barometer Aceh. Ini juga marwah Saya selaku pelaku olahraga. Jadi kami dan warga kota menunggu kalian kembali dengan oleh-oleh juara umum,” kata Aminullah. Kepada seluruh official dan Ketua Cabor, Wali Kota meminta mereka terus mendampingi atlet, terutama saat-saat menjalani pertandingan penting. Bahkan, Aminullah mengungkapkan dirinya membatalkan menghadiri forum Citynet yang diselenggarakan di Vietnam karena ingin fokus mendampingi dan mensupport atlet bertanding di PORA. “Sebenarnya Saya akan menghadiri forum Citynet di Vietnam, tapi Saya tidak jadi hadir. Saya ingin fokus mendampingi atlet-atelt kita. Mereka harus terus didampingi agar memiliki motivasi tinggi dalam setiap pertandingan. Dengan harapan, target mempertahankan juara umum tercapai,” pungkas Aminullah. (mkk)

Kelompok pemuda di Desa Sanggabeuru, Kabupaten Aceh Singkil, mulai membudidayakan ikan lele sangkuriang dengan cara baru yakni sistem kolam bioflok

Sabtu, 17 November 2018 Aceh Singkil (Antaranews Aceh) - Kelompok pemuda di Desa Sanggabeuru, Kabupaten Aceh Singkil, mulai membudidayakan ikan lele sangkuriang dengan cara baru yakni sistem kolam bioflok (Gumpalan Mikroorganisme). "Cara ini akan menghemat 50 persen pakan dari pada cara budi daya ikan lele yang biasa hasilnya dijamin menjanjikan bagi pengusaha perikanan," kata pembina kelompok Pemuda Semangat, Ramli, di Aceh Singkil, Jumat. Ia menjelaskan secara umum sistem bioflok adalah memanfaatkan kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, maupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc) sebagai pakan. Dia menjelaskan budi daya ikan lele dengan cara kolam bioflok ini merupakan usulan masyarakat kepada perusahaan perkebunan untuk pemenuhan kebutuhan ikan lokal dan pasar. "Sudah ada permintaan dari lokal dan luar daerah untuk pemasarannya, sehingga kami usulkan ke perusahaan perkebunan PT Socfindo untuk pembuatan kolam dengan sistem bioflok dan sudah terealisasi," katanya. Selain membantu penyediaan fasilitas kolam, lanjutnya, perusahaan perkebunan tertua di wilayah administrasi Kabupaten Aceh Singkil tersebut juga melakukan penaburan benih ikan lele sangkuriang di sejumlah kolam bioflok. Asisten Divisi 1 Perusahaan Perkebunan PT Socfindo Kebun Lae Butar Aceh Singkil, Manatap Simamarmata, usai melepas benih ikan lele sangkuriang mengatakan perusahaan memberikan satu paket kolam bioflok sekaligus persediaan pakan, obat probiotik dan benih. "Program ini ?merupakan usulan para pemuda Sanggaberu yang diprogramkan melalui kegiatan tanggung jawab lingkungan sosial atau CSR perusahaan PT Socfindo," sebutnya. Dia menjelaskan dengan sistem bioflok ikan lele sudah bisa panen pada umur tiga bulan, pengembangan metode menumbuhkan mikroorganisme yang bisa berfungsi untuk mengolah limbah pada kolam maupun hasil kotoran lele tersebut. Kemudian, limbah budi daya itu sendiri akan menjadi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil yang biasa disebut dengan flok, itu merupakan hasil dari pengolahan. "Floc tersebut juga bisa digunakan sebagai pakan lele alami dan mengurangi pakan pelet yang biasa digunakan," katanya. Manajerial perusahaan hanya memfasilitasi, selanjutnya masyarakat yang mengelola dan memasarkan, diharapkan masyarakat bisa mandiri dan meneruskan usaha budi daya tersebut dan hasilnya bisa membantu kesejahteraan pemuda. "Kalau bisa jangan putus setelah tahap pertama, hasilnya bisa disisihkan untuk modal usaha pengelolaan berikutnya," demikian Manatap.    Pewarta : Khairuman  Editor: Salahuddin Wahid  COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wali Kota Minta Pemain Persiraja Persembahkan Yang Terbaik Untuk Rakyat Aceh

Sabtu, 17 November 2018 Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh akan melakoni laga kandang menjamu Madura FC sore nanti. Kemenangan adalah syarat utama bagi tim yang bermarkas di Stadion H Dimurtala Lampineung ini untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM meminta seluruh pemain mengerahkan segala kemampuan untuk memenangkan pertandingan ini. Menurutnya, Persiraja harus menang minimal 3-0 agar unggul head to head atas tim asal Jawa Timur tersebut. “Seluruh pemain harus mengerahkan segala kemampuan. Ini pertandingan hidup mati, Persiraja harus menang minimla 3-0. Hari ini kesempatan pemain mempersembahkan yang terbaik untuk rakyat Aceh,” kata Aminullah, Sabtu (17/11/2018). Kata sosok yang akrab disapa Bang Carlos ini, para simpatisan hari ini akan memberikan bonus istimewa kalau Persiraja menang minimal tiga gol. “Simpatisan sangat berharap Persiraja menang besar hari ini. Mereka telah menghubungi Saya dan menjanjikan bonus istimewa kalau Persiraja menang minimal tiga gol,” kata Aminullah Tim Lantak Laju saat ini baru memainkan empat laga dengan jumlah poin 6 dari dua kemenangan atas Persita dan PSS Sleman. Anak asuh Achyar Ilyas sementara berada di posisi empat klasemen dibawah Madura FC. Sementara klasemen grup B masih dikuasai PSS Sleman dengan 7 poin. Namun PSS sudah memainkan lima pertandingan, sementara Persiraja baru memainkan empat laga. Vivi Asrizal dkk memiliki kesempatan memimpin klasemen jika sukses merebut poin dari Madura FC sore nanti. Persiraja masih memiliki peluang lolos jika menang atas tamunya Madura FC. Kepada seluruh publik sepakbola pecinta Persiraja, Aminullah meminta mereka tidak henti-hentinya memberikan dukungan. “Dukungan untuk para pemain sangat dibutuhkan hari ini agar mereka mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa Persiraja promosi ke Liga 1,” pungkas Aminullah. (mkk)

elompok pemuda di Desa Sanggabeuru, Kabupaten Aceh Singkil, mulai membudidayakan ikan lele sangkuriang dengan cara baru yakni sistem kolam bioflok

Sabtu, 17 November 2018 Aceh Singkil (Antaranews Aceh) - Kelompok pemuda di Desa Sanggabeuru, Kabupaten Aceh Singkil, mulai membudidayakan ikan lele sangkuriang dengan cara baru yakni sistem kolam bioflok (Gumpalan Mikroorganisme). "Cara ini akan menghemat 50 persen pakan dari pada cara budi daya ikan lele yang biasa hasilnya dijamin menjanjikan bagi pengusaha perikanan," kata pembina kelompok Pemuda Semangat, Ramli, di Aceh Singkil, Jumat. Ia menjelaskan secara umum sistem bioflok adalah memanfaatkan kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, maupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc) sebagai pakan. Dia menjelaskan budi daya ikan lele dengan cara kolam bioflok ini merupakan usulan masyarakat kepada perusahaan perkebunan untuk pemenuhan kebutuhan ikan lokal dan pasar. "Sudah ada permintaan dari lokal dan luar daerah untuk pemasarannya, sehingga kami usulkan ke perusahaan perkebunan PT Socfindo untuk pembuatan kolam dengan sistem bioflok dan sudah terealisasi," katanya. Selain membantu penyediaan fasilitas kolam, lanjutnya, perusahaan perkebunan tertua di wilayah administrasi Kabupaten Aceh Singkil tersebut juga melakukan penaburan benih ikan lele sangkuriang di sejumlah kolam bioflok. Asisten Divisi 1 Perusahaan Perkebunan PT Socfindo Kebun Lae Butar Aceh Singkil, Manatap Simamarmata, usai melepas benih ikan lele sangkuriang mengatakan perusahaan memberikan satu paket kolam bioflok sekaligus persediaan pakan, obat probiotik dan benih. "Program ini ?merupakan usulan para pemuda Sanggaberu yang diprogramkan melalui kegiatan tanggung jawab lingkungan sosial atau CSR perusahaan PT Socfindo," sebutnya. Dia menjelaskan dengan sistem bioflok ikan lele sudah bisa panen pada umur tiga bulan, pengembangan metode menumbuhkan mikroorganisme yang bisa berfungsi untuk mengolah limbah pada kolam maupun hasil kotoran lele tersebut. Kemudian, limbah budi daya itu sendiri akan menjadi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil yang biasa disebut dengan flok, itu merupakan hasil dari pengolahan. "Floc tersebut juga bisa digunakan sebagai pakan lele alami dan mengurangi pakan pelet yang biasa digunakan," katanya. Manajerial perusahaan hanya memfasilitasi, selanjutnya masyarakat yang mengelola dan memasarkan, diharapkan masyarakat bisa mandiri dan meneruskan usaha budi daya tersebut dan hasilnya bisa membantu kesejahteraan pemuda. "Kalau bisa jangan putus setelah tahap pertama, hasilnya bisa disisihkan untuk modal usaha pengelolaan berikutnya," demikian Manatap.    Pewarta : Khairuman  Editor: Salahuddin Wahid  COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anggaran Belanja Aceh Timur Sebesar Rp Rp 1.787 Triliun

Sabtu, 17 November 2018 IDI – Rapat Paripurna I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Timur, diruang Sidang A DPRK, Penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kabupaten Aceh Timur Tahun Anggaran 2019, Jumat 16/11/2018. UsmanA. Rachman Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur mewakili Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH dalam penyampaiannya mengatakan, Penyampaian Rancangan anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Aceh Timur tahun anggaran 2019 pada hari ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya merupakan tindak lanjut dari rangkaian tahapan penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran sementara APBK Tahun Anggaran 2019, yang telah kami sampaaikan dalam rapat Paripurna Dewan pada 13/11/2018 yang lalu.Terimakasih kepada Badan Anggaran Dewan yang telah menyelesaikan pembahasan awal Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran sementara tahun Anggaran 2019,” kata Usman A. Rachman.Selanjut, Usman A. Rachman menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Timur Tahun anggaran 2019 pada Sidang Paripurna sebagai berikut:Pendapatan, Rp 1.766.850.709.571,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh enam miliar delapan ratus lima puluh juta tujuh ratus sembilan ribu lima ratus tujuh puluh satu rupiah).Belanja, Rp 1.787.551.394.547,05 (satu triliun tujuh ratus delapan puluh tujuh miliar lima ratus lima puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus empat puluh tujuh rupiah koma nol lima sen).Surplus/Defisit, pada Rancangan anggaran pendapatan dan belanja kabupaten Aceh Timur tahun anggaran (defisit) anggaran adalah Rp 20.700.684.976,05 (dua pulu miliar tujuh ratus juta enam ratus delapan puluh empat ribu sembilan ratus tujuh enam rupiah koma nol lima sen). Pembiayaan Daerah terdiri dari, penerimaan pembiayaan daerah Rp 20.700.684.976,05 (dua puluh miliar tujuh ratus enam ratus delapan empat ribu sembilan ratus tujuh puluh enam rupiah koma nol lima sen). Sementara untuk pengeluaran pembiayaan daerah Rp 0.00, sedangkan pembiyaan netto Rp 20.700.684.976,05 (dua puluh miliar tujuh ratus enam ratus delapan empat ribu sembilan ratus tujuh puluh enam rupiah koma nol lima sen). Lebih lebih l Usman A. Rachman menjelaskan, untuk mendapatkan gambaran secara garis besar volume Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Timur anggaran tahun 2019 berasal dari tiga sumber yaitu, pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” katanya.“ Alokasi anggaran Pendapatan Asli Daerah tahun anggaran 2019 sebesar Rp 188.341.200.465,00 (seratus delapan puluh delapan miliar tiga ratus empat puluh satu juta dua ratus ribu empat ratus enam puluh rupiah), selanjutnya dan perimbangan sebesar Rp. 1.133.308.488.000,00 (satu triliun seratus tiga puluh miliar tiga ratus delapan juta empat ratus delapan puluh delapan ribu rupiah), kemudia untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah dianggarkan sebesar Rp 445.201.021.106,00 (empat ratus empat puluh lima miliar dua ratus satu juta dua puluh satu satu ribu seratus enam rupiah), maka secara keseluruhan pendapatan tahun anggaran 2019 sebesar Rp Rp 1.766.850.709.571,00 (satu triliun tujuh ratus enam puluh enam miliar delapan ratus lima puluh juta tujuh ratus sembilan ribu lima ratus tujuh puluh satu rupiah),” terang Usman A. Rachman.Sementara anggaran belanja Kabupaten Aceh Timur tahun anggaran 2019 yang disampaikan pada sidang Paripurna ini, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan dan kesejahteraan masyarakat serta sesuai dengan hasil kesepakatan dalam proses pembahasan dengan Badan Anggaran DPRK Aceh Timur, maka alokasi anggaran belanja sebesar Rp Rp 1.787.551.394.547,05 (satu triliun tujuh ratus delapan puluh tujuh miliar lima ratus lima puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus empat puluh tujuh rupia koma nol lima sen),” sebut Usman A. Rachman.“Dari alokasi anggaran tersebut dijelaskan sebagai berikut, belanja tidak langsung dalam tahun anggaran 2019 dialokasikan sebesar Rp 1.169.734.189.504,60 (satu triliun seratus enam puluh sembilan miliar tujuh ratus tiga puluh empat juta seratus delapan puluh sembilan ribu lima ratus empat rupiah koma nol enam sen), kemudia belanja langsung pada tahun anggaran 2019 dianggarkan sebesar Rp 617.817.205.042,45 (enam ratus tujuh belas miliar delapan ratus tujuh belas juta dua ratus lima ribu empat puluh dua rupiah koma empat lima sen),” ujar Usman A. Rachman.Sementara itu anggaran pembiayaan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Timur tahun anggaran 2019 sebesar Rp 20.700.684.976,05 (dua puluh miliar tujuh ratus enam ratus delapan empat ribu sembilan ratus tujuh puluh enam rupiah koma nol lima sen).“ Dengan harapan pembahasan Rancangan APBK dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah yang telah disepakati sehingga seluruh program dan kegiatan dan anggaran yang akan ditetapkan bersama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Timur tahun anggaran 2019 dapat segera ditindak lanjuti pelaksanaannya oleh OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur guna memenuhi berbagai tuntutan kebutuhan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat secara optimal,” demikian pungkas Usman A. Rachman Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur. (Admin/HS/TI/Humas\_Setdakab)

Mencetak Generasi Qurrota A’yun Lewat Festival Qurani

Jumat, 16 November 2018 Banda Aceh – Salah satu upaya untuk mencetak generasi muda yang dapat menjadi qurrota a’yun atau penyejuk jiwa bagi para orangtuanya adalah dengan mendekatkan mereka dengan Al-Quran. “Jika anak-anak kita telah ‘berjalan’ dengan Al-Quran, maka mereka akan jauh dari pengaruh Narkoba, pergaulan bebas, dan juga hal-hal negatif lainnya. Dengan begitu insyaallah anak-anak kita dapat membahagiakan kita dunia-akhirat.” Begitu ungkap Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin saat membuka secara resmi Festival Qurani II Santri se-Kecamatan Kuta Alam di Lapangan Bola Kaki Gampong Lambaro Skep, Jumat (16/11/2018). Festival Qurani yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (18/11) mendatang ini diikuti oleh ratusan santri perwakilan TPA se-Kuta Alam. Perlombaannya antara lain tahfiz quran, tilawah, tartil, dan lomba mewarnai. Zainal Arifin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini, terutama para ustaz-ustazah yang selama ini telah membimbing para santri untuk mendalami A-Quran. “Ke depan kami berharap agar acara ini dapat terus digelar dan semakin besar gaungnya.” “Di samping sebagai motivasi dan penyemangat para santri untuk belajar, ajang ini juga dapat mendukung sekaligus mempercepat pewujudan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah. Pemko Banda Aceh mendukung penuh setiap kegiatan yang akan menuntun kita menuju khusnul khatimah,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan program teranyar Pemko Banda Aceh dalam bidang tahfiz quran, yakni akan mengirim 10 putra-putri terbaik Banda Aceh yang mampu menghapal 30 juz Al-Quran ke Yayasan Karantina Tahfiz Al Quran Nasional di Kuningan, Jawa Barat. “Di sana mereka akan dibekali dengan metode pengajaran hafiz quran modern secara intensif. Dan sekembalinya ke sini nanti, mereka akan mengajarkan metode tersebut di TPA-TPA yang ada di Banda Aceh,” katanya. “Ini adalah salah satu upaya konkret Pemko Banda Aceh dalam merealisasikan visi-misinya dalam bidang agama. Tujuan besar kita untuk melahirkan semakin banyak hafiz-hafizah dan membumikan Al-Quran serta mencetak generasi qurani yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan Banda Aceh Gemilang di masa depan,” pungkasnya. (Jun)

Resmikan Kamar Rawat Inap VIP dan Super VIP RSUD Meuraxa, Ini Kata Wali Kota

Jumat, 16 November 2018 Banda Aceh – RSUD Meuraxa Banda Aceh saat ini telah memiliki ruang rawat inap VIP dan Super VIP. Ruang sejumlah 18 kamar ini terletak di lantai II dan III gedung yang berada di komplek rumah sakit meuraxa Kota Banda Aceh. Rincianny, kamar VIP sembilan unit di ruang Marwah dan Super VIP sembilan unit di ruang Safa yang terletak di lantai III. Ruangan yang diresmikan Wali Kota ini benar-benar nyaman. Kamarnya sangat luas, lengkap dengan fasilitas AC, Kulkas dan meja. Ada space untuk ruang tunggu keluarga juga. Ruang ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM dengan pemotongan pita, Jumat (16/11/2018). Peresmian ini turut disaksikan Wakil Wali Kota, H Zainal Arifin dan Sekdakota, Ir Bahagia DiplSE serta Dirut RSUD Meuraxa, dr Fuziati SP Rad. Hadir juga Kadis Kesehatan Kota, Warqah Helmi. Aminullah menyampaikan, hadirnya kamar rawat inap VIP dan Super VIP ini sebagai bukti nyata rumah sakit milik Pemko Banda Aceh tersebut telah memiliki layanan yang berkualitas dan terjangkau. Kehadiran fasilitas ruangan VIP dan Super VIP ini juga bagian dari kesiapan rumah sakit Meuraxa untuk bersaing dengan rumah sakit lainnya di Banda Aceh. “Harus ada kelebihan yang kita tawarkan, sehingga masyarakat memberikan pilihannya berobat ke rumah sakit meuraxa. Dan ini perlu kita Beri apresiasi,” kata Aminullah. Lanjutnya, rumah sakit saat ini juga dihadapkan pada persaingan, selain layanan yang cepat dan mudah, kenyamanan juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan oleh manajemen rumah sakit. “Kadang pasien yang berobat juga membutuhkan suasana yang nyaman untuk beristirahat. Kamar VIP dan Super VIP ini menjadi pilihan bagi keluarga pasien yang menginginkan kenyamanan,” tambah Aminullah. Kepada manajemen RS Meuraxa, Wali Kota juga berpesan agar terus mempromosikan kelebihan yang dimiliki rumah sakit tersebut sehingga tersampaikan kepada masyarakat. Aminullah juga meminta pihak manajemen RS Meuraxa terus berinovasi dan melahirkan program-program lainnya. “Inovasi jangan berhenti, jika perlu buat program menjemput pasien ke rumah,” pinta Wali Kota. Sementara itu, Dirut RSUD Meuraxa, dr Fuziati SP Rad menyampaikan pembangunan ruangan VIP dan Super VIP tidak terlepas dari semakin meningkatnya pasien rawat inap di rumah sakit rersebut. “Pasien rawat jalan kita meningkat hingga 20 \%. Maka dari itu kita perlu menambahkan jumlah ruangan rawat inap. Ruang ini akan menjadi solusi,” katanya. RSUD Meuraxa yang memiliki 268 bed ini saat ini menjadi pilihan alternatif bagi warga Banda Aceh dan sekitarnya untuk berobat. Meski belum berstatus rumah sakit regional, tapi Meuraxa saat ini juga menerima pasien dari Kabupaten/Kota tetangga, seperti Aceh Besar, Aceh Jaya, Sabang dan dari daerah lainnya. (mkk)